Pages

Ads 468x60px

Blogger templates

Blogger news

widget bergerak

Kamis, 11 April 2013

Membaca Cepat


   Membaca Cepat

1.     Pengertian Membaca Cepat

Membaca cepat yaitu keterampilan membaca dengan kecepatan menemukan kata-kata kunci atau hal yang penting saja. Membaca cepat ini dapat dilakukan secara zig-zag, artinya dapat melompati kata-kata atau kalimat-kalimat yang merupakan penjelas. Membaca ini mempunyai prinsip melaju terus maksudnya hanya mementingkan kata-kata kunci atau hal-hal yang penting saja. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan cara melompati kata-kata dan ide-ide penjelas.

2.     Teknik Membaca Cepat

1.     Teknik Scanning

BACA


       Teknik membaca scanning adalah membaca suatu informasi dimana bacaan tersebut dibaca secara loncat-loncat dengan melibatkan asosiasi dan imajinasi, sehingga dalam memahami bacaan tersebut kita dapat menghubungkan kalimat yang satu dengan kata-kata sendiri. Jadi dalam teknik ini tidak seluruh kata/kalimat dibaca. Biasanya kata-kata kunci yang menjadi perhatian pembaca. Sebagai gambaran nyata, teknik ini bias diilustrasikan seperti kita sedang membaca Koran, mencari judul-judul atau topic berita yang dianggap menarik.

. Langkah-langkah Scanning
·         Perhatikan penggunaan urutan seperti angka, huruf, langkah, pertama, kedua, atau selanjutnya.
·         Carilah kata yang dicetak tebal, miring atau yang dicetak berbeda dengan teks lainnya.
·         Terkadang penulis menempatkan kata kunci di batas paragraph
·         Menggerakkan mata seperti anak panah langsung meluncur ke bawah menemukan informasi yang telah ditetapkan,
·         Setelah ditemukan kecepatan diperlambat untuk menemukan keterangan lengkap dari informasi yang dicari, dan
·         Pembaca dituntut memiliki pemahaman yang baik berkaitan dengan karakteristik yang dibaca (misalnya, kamus disusun secara alfabetis dan ada keyword di setiap halaman bagian kanan atas, ensiklopedi disusun secara alfabetis dengan pembalikan untuk istilah yang terdiri dari dua kata, dan sebagainya).

 Adapun tujuan dari membaca scanning yaitu:
·         Mencari informasi dalam buku secara cepat
·         Scanning merupakan teknik membaca cepat untuk menemukan informasi yang telah ditentukan pembaca,
·         Pembaca telah menentukan kata yang dicari sebelum kegiatan scanning dilakukan, pembaca tidak membaca bagian lain dari teks kecuali informasi yang dicari.
·         Mendapatkan informasi spesifik dari sebuah teks. Biasanya, ini dilakukan jika Anda telah mengetahui dengan pasti apa yang Anda cari sehingga berkonsentrasi mencari jawaban yang spesifik.


2. Teknik Skimming

reading book

      Teknik membaca Skimming adalah membaca secara garis besar (sekilas) untuk mendapatkan gambaran umum isi buku. Setelah itu kita melacak informasi yang ingin kita ketahui secara mendalam. Untuk memperlancar proses skimming maka lakukanlah terlebih dahulu membaca daftar isi, kata pengantar, pendahuluan, judul atau sub judul, serta kesimpulan. Dari bagian-bagian buku ini minimal kita bisa menafsirkan apa inti dari isi buku yang akan kita baca tersebut.
      Teknik ini biasanya dilakukan ketika kita mencari sesuatu yang khusus dalam teks. Sebagai gambaran teknik ini bisa diilustrasikan seperti kita mencari arti kata dalam kamus, atau mencari nomor telpon dalam buku telpon.

   Langkah-langkah Skimming
·         Baca judul, sub judul dan subheading untuk mencari tahu apa yang dibicarakan teks tersebut.
·         Perhatikan ilustrasi (gambar atau foto) agar Anda mendapatkan informasi lebih jauh tentang topik tersebut.
·         Baca awal dan akhir kalimat setiap paragraph
·         Jangan membaca kata per kata. Biarkan mata Anda melakukan skimming kulit luar sebuah teks. Carilah kata kunci atau keyword-nya,
·         Lanjutkan dengan berpikir mengenai arti teks tersebut

Tujuan
        Banyak yang mengartikan skimming sebagai sekedar menyapu halaman, sedangkan pengertian yang sebenarnya adalah suatu ketrampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien, untuk berbagai tujuan.


3.     Menghitung Kecepatan Membaca dan Kecepatan Efektif Membaca (KEM)

-       Rumus dasar untuk menghitung kecepatan membaca seseorang adalah:
Jumlah kata yang dibaca____     X  60 = jumlah kpm (kata per menit)
Jumlah detik untuk membaca

Contoh:
Nurul membaca 1200 kata dalam waktu 3 menit 20 detik. Kecepatan membaca yang dimiliki Nurul dapat dihitung seperti berikut.
1200   X  60  = 6  X  60  = 360 kpm (360 kata per menit)
200

-       Rumus untuk menghitung Kecepatan Efektif Membaca (KEM)
Jumlah kata yang dibaca              X   jumlah nilai                   =  …  kpm
Waktu tempuh baca dalam menit        jumlah nilai maksimal
Contoh:

Nadia membaca 1200 kata dalam waktu 4 menit. Sewaktu menjawab pertanyaan bacaan, ia memperoleh nilai 70. Nilai maksimal untuk pertanyaan bacaan adalah 100. Dengan data tersebut KEM Nadia dapat dihitung seperti berikut.
1200              X   70                   = 210  kpm
4                        100
Dengan demikian KEM yang dimiliki Nadia adalah 210 kpm (210 kata per menit) .

4.     Langkah-langkah Membaca Cepat

a.     Siapkan naskah yang akan dibaca.
b.     Bahan bacaan harus baru dan belum pernah dibaca.
c.     Pilihlah situasi lingkungan yang tenang.
d.     Berkonsentrasilah pada bacaan yang Anda hadapi.
e.     Bacalah dalam hati bacaan tersebut.
f.      Hindarkan kebiasaan buruk dalam membaca seperti.
  Kebiasaan menggerakkan bibir untuk melafalkan setiap kata
  Kebiasaan menunjuk kata demi kata
  Menggunakan jari atau benda untuk menunjuk yang dibaca
  Menggerakkan kepala ke kiri atau ke kanan
  Mengulang pembicaraan pada kalimat yang sudah dilewati
  Mengeja dalam hati setiap huruf pada kata yang dibaca
g.     Fokuskan pandangan pada garis tengah bacaan.
h.     Ajukan pertanyaan sehubungan dengan naskah yang dibaca. Pertanyaan yang diajukan berhubungan dengan kognitif yang meliputi ingatan/ sekilas saja.
i.      Berlatih mencari inti bacaan per paragraph dengan mengingat-ingat gagasan pokok atau hal-hal penting dalam bacaan.

5.     faktor yang menghambat membaca cepat:
a.     Vokalisasi
Hal ini dilakukan dengan cara melafalkan apa yang Anda baca. Dengan demikian, kecepatan baca Anda akan sama dengan kecepatan berbicara. Tahukah Anda berapa kecepatannya? Sangat lambat, kira-kira cuma 120 kata per menit. Silakan Anda coba sendiri dan hitung.
b.     Sub Vokalisasi
Ada orang membaca tanpa suara di bibir, tapi di hati. Dengan cara ini, dampaknya kurang lebih sama dengan vokalisasi yakni kecepatan baca sama dengan kecepatan berbicara.
c.     Gerakan Bibir
Ada juga yang tidak bersuara, tapi bibir seperti orang berbicara dan melafalkan sesuatu. Kebiasaan ini berakibat sama dengan dua kebiasaan buruk yang kita bahas.
d.     Gerakan Kepala
Banyak orang ketika membaca kepalanya ikut bergerak mengikuti kata demi kata dalam bahan bacaan. Dengan demikian kepala bergerak secara teratur dari kiri ke kanan kembali lagi ke kiri dan seterusnya. Kebiasaan ini akan menghambat kecepatan baca karena pergerakan kepala sebenarnya kalah jauh dengan pergerakan mata.
e.     Regresi (Pengulangan ke belakang)
Pernahkah Anda membaca suatu kalimat atau paragraf kemudian tidak yakin dengan isinya atau merasa kurang paham kemudian Anda balik lagi dan mengulang kalimat atau paragraf tersebut. Bayangkan jika dalam satu halaman saja Anda melakukannya 10-15 kali, berapa banyak waktu yang telah terbuang.


6.     Manfaat membaca cepat

1.    untuk mencari informasi yang kita perlukan dari sebuah bacaan secara cepat dan efektif
2.    dalam waktu yang singkat dapat menelusuri bahan halaman buku atau bacaan
3.    tidak banyak waktu yang terbuang karena tidak perlu memperhatikan atau membaca bagian yang tidak kita perlukan.

7.     Tujuan utama dalam membaca cepat:

1.    memperoleh kesan umum dari suatu buku, artikel, atau tulisan singkat
2.    menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan
3.    menemukan atau menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan.

8.     Contoh  Teks Membaca Cepat


DINAS PERTANIAN JABAR MINTA BULOG SEGERA MEMBELI GABAH PETANI

         Dinas Pertanian Jawa Barat meminta Bulog segera membeli gabah petani sebelum harga turun
akibat panen raya dan cuaca yang tidak menentu. Pembelian Bulog diharapkan dapat mengendalikanharga gabah di pasar. Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat, Asep Abdie, Rabu (18/4), mengatakan,beberapa cara dapat dilakukan Bulog, antara lain dengan membentuk tim monitoring harga dan persediaan gabah petani agar terpantau apakah harga gabah di bawah atau di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Bulog juga diminta membuat pengumuman di kecamatan dan desa siapa mitra Bulog agar petani tidak bingung. Karena bingung, biasanya petani menjual gabahnya kepada tengkulak. “Kalau perlu, disiarkan di media cetak atau elektronik tentang siapa saja mitra Bulog,” katanya. Menurut Udin, petani di Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, dia menjual Rp1.800,00/ kilogram (kg) gabah kering panen (GKP) ke tengkulak, sementara HPP Rp2.000,00/kg. Sejumlah petani di Kabupaten Karawang juga khawatir harga gabah terus turun. “Sudah sangat sulit menjual Rp2.000,00/kg,” ujar Usman (30) dari Kampung Baregbeg, Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat.
Harga GKP di tingkat petani di Kecamatan Telukjambe Barat dan Telukjambe Timur rata-rata Rp1.800,00 per kg. Di tingkat tengkulak Rp1.900,00 per kg dan Rp2.000,00 per kg di penggilingan. Pendapat serupa dikatakan Engkat Sukatma, Ketua Kelompok Tani Sri Sugih. “HPP baru sebenarnya belum sebanding dengan kenaikan ongkos produksi. Petani semakin kesulitan karena harga saat ini sudah di bawah HPP,” ucapnya.
        Di Sumatera Utara, pengawasan harga diminta dilakukan Bulog dengan memantau distribusi beras impor  yang masuk dari Pelabuhan Belawan. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimis target produksi GKP 3,2 juta ton tahun ini tercapai. Target itu termasuk tambahan 81.000 ton yang dibebankan pemerintah untuk peningkatan produksi beras 2 juta ton tahun ini. Menurut Wakil Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumut, Rustam Djamaan, optimisme muncul karena peningkatan kualitas irigasi desa (tersier). Sumut mendapat dana tugas perbantuan dari Departemen Pertanian Rp41 miliar tahun ini, khusus untuk perbaikan irigasi tersier. “Petani sendiri yang secara swadaya bekerja. Ditargetkan, dengan program ini ada 8.000 hektar daerah irigasi dapat diperbaiki,” ujar Djamaan di Medan. Selain itu, kantung-kantung beras di Sumut, kata Djamaan, ”Mendapat bantuan dari Bank Pembangunan Islam (IDE) untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas irigasi. “Dengan perbaikan daerah, irigasi ini diharapkan lahan yang semula tanam sekali dapat dua kali. Yang biasa tanam dua kali dapat meningkatkan rata-rata produktivitasnya. Kami berharap dapat meningkatkan rata-rata produksi 6,5 ton sampai 7 ton per hektare,” ujar Djamaan.
         Peningkatan produksi ini, menurut Djamaan, juga bakal ditunjang dari pemberian benih unggul dan hibrida gratis. Sumut mendapat jatah 8.000 ton benih unggul. Namun, benih gratis ini baru dapat diperoleh bulan September saat musim tanam kedua. Yang mendapat bantuan IDB antara lain Kabupaten Toba Samosir. Tapanuli, Tengah Kabupaten Karo, Asahan, dan Labuhan Batu.
Cuteki greetings